Posts

Showing posts from November, 2025

BOM vs SKU

Awalnya tidak begitu tahu arti dari singkatan-singkatan ini secara mendalam. Kayaknya pernah di kuliah belajar tentang ini namun tidak dijelaskan tentang BOM ini. Di kuliah hanya dijelaskan bahwa suatu produk membutuhkan sejumlah bahan untuk membuatnya, ada bahan yang mudah dihitung dan ada bahan yang tidak mudah dihitung. Karena saya kuliah Administrasi bisnis, istilah BOM (Bill of Material) ini jarang terdengar. Isi dari BOM ini misalnya suatu produk kursi kayu membutuhkan 3 papan, 4 kaki, 2 penyangga, 12 paku, lem, dan cat. lem dan cat itu termasuk bahan yang sulit dihitung satuannya karena sebuah kursi belum tentu akan menghabiskan sekaleng lem kan? sifatnya jadi dinamis dalam pemakaiannya. Lalu SKU, stock keeping unit, kalau gak salah ya. SKU ini seperti spesifikasi dari suatu barang. misalnya sebuah sepatu jenis sport, warna merah, ukuran 44. biasanya SKU ini dalam bentuk kode SPO-RED-44 misalnya. SKU ini juga digunakan untuk membuat database yang mudah dipahami. Jadi, BOM itu re...

SUMIFS

 Beberapa waktu lalu mulai uji coba belajar excel dengan bantuan case dari AI chatgpt. Langsung belajar SUMIFS saya lebih suka ke logikanya langsung, berhari-hari sampai kebawa mimpi, otak saya pelajarin itu. Logikanya: SUM : tambahkan semua yang ada di cel yang dipilih contohnya: pilih baris total harga item dari sejumlah item. lalu buat cel total harga semua barang. SUMIF : tambahkan semua dengan sebuah kriteria pada area cel yang dipilih. contohnya: jumlahkan hanya cel dengan kriteria lebih dari 3. SUMIFS : tambahkan semua dengan beberapa kriteria pada area cel yang dipilih. contohnya: jumlahkan hanya cel yang terindikasi sebagai warna biru dengan jumlah di atas 3 saja. yah seperti itulah hasil otak saya yang bekerja secara otomatis mencari tahu.

Negotiation Brief

 Dokumen ini adalah hal menarik sih ya. awalnya aku merasa kalau posisi purchasing itu tidak akan memiliki persiapan ketika negosiasi berlangsung, ternyata dalam praktiknya secara umum, kita harus bikin dokumen negotiation brief dulu. Saya belum tahu bentuk atau format dari dokumen ini, namun dari fungsinya saya paham bahwa dokumen ini adalah dokumen persiapan strategi saat negosiasi akan dimulai. Persiapannya dapat meliputi harga awal yang ingin diajukan, penawaran harga yang harus dapat dicapai, opsi penawaran non-harga seperti uang muka lebih besar, jangka waktu lebih cepat, kontrak jangka panjang, repetition, dan lainnya. Jadi intinya, sebelum dimulai negosiasi dengan vendor/supplier, sebaiknya kita bikin dulu negotiation brief atau rencana/strategi yang akan kita pakai agar hasil negosiasinya baik.

Sourcing

Ini menarik juga, tadi di X ada yang bahas posisi purchasing sangat melelahkan ketika di semua vendor tidak memiliki stok barang yang ingin dibeli. Dalam hal sourcing ini biasanya dicari lewat website b2b, marketplace, forum/group sosial, dan sejumlah cara lainnya. ada yang melakukannya secara offline dengan mendatangi satu per satu lokasi supplier dengan motornya. Ya saya tahu hal ini kemungkinan besar akan dilakukan oleh staff purchasing. Saya juga sedang kembangkan ini untuk dibuat konten simulasi, namun tidak tahu kapan akan saya buat karena simulasi SCM saja masih berjalan belajarnya.

Purchasing VS HSE

Kemarin iseng nanya ke orang lain di komentar workfes gitu di Twitter. Dia bilang divisinya sering ribut dengan divisi purchasing. Saya kan penasaran, "kenapa bisa ribut kak?". Sebenarnya saya juga sudah kebayang kenapa bisa ribut. Mungkin di beberapa perusahaan, tujuan utama purchasing itu untuk menekan harga semurah mungkin. Akhirnya, bagian purchasing untuk menekan harga pembelian, mereka membeli peralatan yang dibutuhkan oleh divisi HSE tanpa melihat ketentuan seperti sertifikasi keselamatan yang diperlukan. Dampaknya, divisi HSE jadi menanggung risiko dari alat yang tidak atau kurang sesuai dengan ketentuan/persyaratan keselamatan. Yang saya bayangkan seperti beli APD, yang diminta mungkin harus bersertifikat keamanan internasional, sementara yang dibeli hanya sertifikat lokal yang lebih murah. Penyebab utama kenapa bisa sering terjadi kejadian seperti ini dari analisis saya adalah SOP pembelian yang belum baku. jadi divisi purchasing masih memegang peran yang lebih ting...